My face on the Mirror

Gue tersadar dari tidur yang sangat nyenyak, ini cerita kenapa gue masih jadi orang yang ngenes,

Ceritanya gue lagi pilih payung, uang udah gue keluarkan berdiri di depan kasir, udah giliran gue bayar, ada orang lagi buka payung yang sama dengan apa yang gue akan beli, gue melirik, kesan nya tipis banget kain payung nya,, baatall beli payung!!!

Rencana gue beli payung ini udah sekian lama, waktu gue menginjakan kaki d bandung, tetapi selama menjalani hidup di mari, dengan sekian kali di guyur hujan, rencana hanya rencana yang belum terialisasi

selalu iri melihat orang yang memakai payung dengan elegannya berlindung dari curahan hujan, gue jalan dengan langkah besar supaya cepat sampe rumah

Selalu iri dan dengan sumpah juga kpd universe, melihat orang berlindung dengan payung berduaan dengan santai nya berjalan di bawah serbuan tetesan hujan.. gue mandi hujan dengan hati tersambar gledek Ini adalah refleksi dalam hidup gue yang lama dalam milih sesuatu, keputusan yg lama tuk d ambil,

Ibarat kata ini sudah musim hujan yang tiap hari hujan, gue belum punya payung yang sudah jadi benda wajib di milliki orang, umur gue yang udah 24 tahun tuk mencari pasangan itu udah harus, tapi tetap aja gue lama tuk mengundang seorang perempuan dalam hidup..

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s