Alergi menghampiri

Senja berganti malam, kemarin berubah menjadi hari ini, dan sekarang berpindah menjadi nanti, benarkah waktu berubah dari satu titik ke titik yang lain, atau ini hanya satu rangkaian sebuah continuum..

Waktu itu saya masih senang riang berenang di tepi an sungai, sungai yang dulu berwarna kuning, warna kuning yang tidak bening, tapi tidak untuk sekarang, kuning bercampur hitam pekat datang berkala… ada apa dengan sungai yang dulu saya renangi itu.. ah itu masalah sekarang yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melilat nya,,

Tapi di sisi lain saya bangga, eh, kenapa tiba-tiba bangga, jelas waktu itu, saya masih berumur 5 tahun dan sudah bisa berenang, hohoh… karena rumah masa kecil yang letak nya tepat di tepi an sungai, salah satu sungai di Banjarmasin, umur itu, awal yang tidak penting dan tak jelas, berenang itu tiba-tiba sudah bisa dan biasa..

Apakah itu kenangan, itu kah yang membentuk saya sekarang, saya bisa bertahan akan air dari sungai kuning itu, dan bahkan ada kala nya kotoran dari orang yang membuang nya di jamban kalo boleh di sebut tempat pembuangnya, yang berada di tepi sungai, yang hanyut dengan santai nya, saya bebas berenang di samping nya dan bahkan dengan sengaja menghancur leburkan nya dengan loncatan dan terjangan secara langsung, tidak ada masalah, jumawa yang tak berakar…

Dan ini yang di sebut sekarang, berenang tak lagi di sungai, tapi di sebuah kotak besar yang di isi air, air itu, untuk membersihkan nya, di perlukan bantuan bahan kimia entah apa nama jelas nya, bahan kimia itu yang membuat air bening dan jernih untuk mata memandang, biru tenang di pandang, biru tenang di terawang, biru tenang di tapi tidak untuk di pegang, jangan di pegang karena melebur menembus celah jemari tangan, itulah air.. #tulisan bagian ini geje..

Dan sekarang, saya menemukan yang tak biasa, apakah itu ‘alergi’? kosa kata yang saya tau tapi tak pernah akrab dengan nya, dan ada apakah gerangan penyebab yang mengundang alergi ini, alergi ini membuat bagian tubuh saya gatal-gatal, tangan tak henti menggaruk nya, ada tersangka yang saya tuduh dalam kasus ini, pertama air di kolam renang dan telur, kenapa tiba-tiba muncul telur di sini, karena telur menu sehari-hari, tapi ini analisa dangkal saya, jadi sah lah sudah telur untuk sementara di berhentikan jadi sahabat,, sorry to say…

Air di kolam renang, akrab nya saya dengan kolam renang di kampus, karena hampir seminggu lebih, dan saya hampir rutin tiap sore mendatangi nya, entah lah, mungkin karena kemampuan saya berlari mengelilingi lapangan bola tidak lagi berkembang, jadi memutuskan untuk memilih kolam yang persis bersebelahan dengan track lari atau stadion yang ada di kampus, uang masuk untuk berenang sepuas nya 3k saja, tarif untuk mahasiswa..

Lalu bagaimana dengan alergi yang sudah datang menghampiri, then,,, saya memberanikan diri bertanya, iya bertanya, kepada orang yang menjadi teman di fb, haha, dia dokter, kenapa tidak, bertanya saja, apa kira nya solusi untuk alergi ini, dan dia pun memberikan solusi nya, haha, dapat konsultasi gratis, syukurlah kalo bisa berlanjut, tapi tidak ada alasan lain untuk memperpanjang obrolan, pabo!…

Okeh, yang penting renang tetap lanjut, sidang proposal tinggal menghitung hari, pesan singkat dari teman yang sudah melewati nya, siap mental,,,huhuhu….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s