Saya membaca maka Saya tahu

Di patiukur-ledeng naik turun angkot

Empty chairs di gedung jam 9 tepat

Surat kabar memang teman menunggu

Newspaper memang untuk di baca

Memang ryhme tidak sempurna, tapi saya mencoba, di kala datang ke acara Lego Ergo Scio di Unpad, kamis 16 Mei 2013, saya datang sesuai waktu yang tertera jam 9 tapi masih di bawah 10 orang yg mengisi bangku yang sudah tersusun rapi.. kenapa saya datang ke acara ini,, tentu dengan niat mulia ingin mendapat kan door prize *ngiler
Acara ini di isi oleh 3 orang presenter, Pepih Nugraha (wartawan Kompas) Mira Lesmana, dan Pandji Pragiwaksono, nama sesuai dengan urutan tampil nya.

Ini bukan acara motivasi dari para motivator, tapi mereka mengispirasi dengan karya nya,,

Mereka bicara panjang lebar dengan kemasan yang menarik. Dari apa yang mereka sampai kan, semua kata mereka bukan dari pengalaman yang manis tapi juga yang pahit,, dan mereka juga mengisi isi kepala nya dengan membaca,, iya kaan!

Kang Pepih, seorang wartawan, seperti yang dia akui sendiri, dia sekarang adalah hasil dari masa-masa dia menjadi wartawan peliput konflik, bahkan dia sampai berada di Bosnia untuk liburan tetap meliput konflik donk, ibarat pedang yang cantik dan tajam, benda ini pun sebelum menjadi pedang yang utuh, harus melalui tempa an ratusan kali dan di bakar ribuan derajat panas nya api. Dari dia, dari presentasi nya, simpulan yang saya tangkap dan saya telan: hayo jadi penulis, sebagai citizen journalism, laporkan berita yang layak untuk di laporkan *layak jangan ngasal dan ada value berita nya. Dengan fasilitas media yang saat ini sudah bisa di anggap mewah tentu sangat mudah untuk membagi kan ke orang lain.

Mba Mira, dia berada di posisi nya sekarang, dari hasil pendidikan formal nya, dia kuliah di IKJ, dan kalau ada orang yang berhasil dengan belajar sendiri, itu pasti tidak lah gampang. Dia menjawab:, karena kurang nya pendidikan dan hasil nya keadaan film kita sekarang begini lah adanya, berapa banyak sih sekolah film di negeri ini, beberapa info tentang mba Mira:

– Mengungkap kan dulu biaya pembuatan film petualangan Sherina 2 M, pada saat itu, uang segitu banyak bray, dan film itu di buat karena pertemuannya dengan Sherina.

– Mebuat film pertama nya adalah film yang berjudul Kuldesak

– Menghasilkan 11 film selama 15 tahun

– Menyampaikan Laskar Pelangi 4.6 juta penonton, sang pemimpi dengan biaya 12 M di tonton 1.8 juta orang, Atambua 39 derajat biaya pembuatan 1.2M di tonton ?? ((CMIIMW))

– Merencanakan akan membuat film tentang Sekolah Rimba (buku dari Butet Manurung) dan film tentang Silat

Mas Pandji, dia berbicara panjang lebar, pasti dan tentu nya dengan konsep dan meteri nya di isi dari berbagai sumber informasi, yang pasti nya lagi dia dapat dari membaca, itu aja sudah cukup kenapa membaca itu suaangat penting, memang sih budaya kita budaya ngomong. Karena sudah bertemu dengan orang nya dan saya tanpa ragu orang ini punya niat baik dan tulus akan negeri ini, untuk menginspirasi untuk membangun tanah air kita menjadi lebih baik, tulisan nya come out dan play

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s