Ruang Ini

WhyWriteOne
picture source

Pagi selalu datang tiap pagi, itu kah ungkapan yang tepat untuk kedatangan nya, datang nya pagi juga di iringi angin tipis yang sejuk, sinar mentari hangat menyerebak melalui jendela kecil di sudut ruang orange ini.

Tempat ini jauh dari genangan air dalam, tapi tembok kokoh terbelakang, menyimpan rongga-rongga kecil yang sengaja terbentuk agar bisa di terobos oleh air.

Ruangan ini jarang sekali di sapa oleh sapu, baik itu sapu ijiuk, plastik dan jenis lain nya. Tidak kah ke indahan dari raungan ini mencerminkan penghuni nya, ke indahan itu sepertinya sudah di maklumi oleh dia penempat sementara.

Mencoba membuat yang terkesan indah itu susah, karena yang indah hanya terpatri hanya untuk yang mampu memikirkan nya.

Saya mengatakan melalui ketidak jelasan atau sudah jelas tertulis, betapa sifat malas itu sudah melekat dan tak mau terlepas atau pergi menjauh.

Perlu penyesalan atau tangisan di akhir, untuk memulai sesuatu perubahan. Karena mereka itu lah yang menemani bagi mereka yang tak mau berubah ke arah yang lebih baik.

Ruangan ini hanya sementara, begitu juga masalah yang datang menghampiri. Betapapun di pikir tanpa kejelasan untuk menyelesaikan tak akan berguna.

Tulisan ini sungguh tidak ada kejelasan. I have trouble in making order systematically in telling something through writing. Oh my damn brilliant brain!!

background music while writing is Ebiet G. Ade – Camelia 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s