Nonton perdana di Siliwangi

penonton pbr
tribun

Yesterday, berakhir sudah kiprah tim Pelita Bandung Raya bermain di kandang. Bermain apik di kandang di stadion Siliwangi dan berakhir imbang melawan Mitra Kukar. Ulasan pemberitaan mungkin sudah banyak di media lokal tentang pertandingan kemaren.

Tapi saya yang menyempat kan hadir di pertandingan itu cukup merasa terhibur walaupun gol balasan tim tuan Rumah berasal dari titik 12 pas. Situasi di tribun timur lah yang merasa saya cukup nyaman bila di bandingkan dengan menonton tim kebanggaan urang Bandung Persib bermain, pasti sangat jauh berbeda. tribun ini pasti akan penuh sesak.

Situasi yang enak dan nyaman ini agak sedikit terganggu karena sebagian besar yang hadir adalah anak2 sekolah SMP bahkan SD, mereka dengan lantang melontarkan dukungan nya tapi dengan cara yang juah dari etika. Tapi ini mungkin sudah jadi kebiasaan meneriakan kata-kata nama-nama penghuni kebun binatang. Mereka anak-anak itu tanpa ada raut penyesalan dan malu meneriaki para pemain maupun wasit pertanandinga dengan umpatan.

Ada juga di antara penonton yg juga nonton pertandingan persib vs persija yang di tayangkan di tv swasta. Seraya memgang hp China lengkap dengan anthena kecil nya, cukup untuk mengetahui hasil skor yang terjadi Sleman sana.

Bagaimana dengan tiket nya, sebenarnya lewat calo di jual 10 rb untuk masuk tribun timur, tapi kami bertiga merogoh kocek 20 rb dengan cara ajaib kami bisa masuk, kurang enak bila blak-blak di tulis karena cara magic ini sangat ilegal, kalo masuk ke Anfield tidak mungkin bisa pake cara magic ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s