Langkah tegap tapi tak mantap bag.2

Di Ruang yang sibuk..

Langkah pasti sang kepala koki, menuju ke arah Danu, Danu pun tak merespon, Danu sibuk memotong sayuran,,

Danu, sudah setengah tahun ini di perbolehkan untuk berada di dapur, di luar shift nya sebagai pramusaji di restoran ini..

Tangan lincah Danu dengan sigap memotong sayuran, daging sapi, daging ayam..

Tangan tangkas Danu dengan mantap mengaduk bahan-bahan makanan yang di ramu di atas kuali besar..

Tangan telaten Danu, dengan pasti menggenggam sapu dan alat permbersih lantai, dapur, yang selalu di jaga kebersihan nya..

Sang kepala koki ini sering tiba-tiba ada di belakang Danu, kadang lembut dan kadang juga berteriak tepat di kuping Danu..

Udara dingin dari mulut sang Koki pedas terdengar di telinga Danu, karena potongan wortel yang tidak konsisten , Danu langsung di tegur..

Udara hangat dari mulut sang Koki manis terasa di kuping Danu, karena puji an nya kepada Danu akan ketepatan nya memberi bumbu penyedap..

Sudah setahun lebih lima bulan Danu bekerja dan akhirnya di perboleh kan bekerja sambilan di dapur,,

Sejak itu Danu dengan pasih menggunakan semua alat dapur,, tak terkecuali pisau dapur dengan berbagai macam jenis nya..

Dengan skill memasak nya,, Danu pun menjadikan ini kesempatan untuk mengundang Tata, untuk makan bersama..
Tata yang berkerja sebagai security di lantai teratas mall ini, biasa dapat shift malam,, dan saat pagi biasa di habis kan dengan ngobral santai di kamar Danu, di lantai 2..

Tata yang sering di tinggal Ria dari pagi hingga sore, ini lah celah Danu untuk mengunjungi Tata..
Tata pun tak sungkan lagi untuk berkunjung dan menyantap makan bersama..

Tata sudah 3 tahun tinggal di kota ini, dengan tubuh tegap dan tinggi nya, Tata dengan mudah di terima sebagai security di lantai teratas mall..

Di kost yang sama dengan Ria, selama setahun di hidup bersama tapi dengan kamar yang bersebelahan, setelah setahun itu… baru lah mereka merasa nyaman dan memutus kan untuk hidup dalam satu kamar yang sama..

Tata sering mengajak Ria, untuk duduk bersama di ruang gelap, tempat kerja Tata, Iya, ruang gelap, lantai teratas Mall, Bioskop,,

Tentu saja ini bukan masalah buat Tata untuk tidak harus membayar karcis, nonton film apa pun.. selama kursi penonton tidak penuh,,

Tentu juga akses ini juga pernah di rasakan oleh Danu..

Langkah tegas sang kepala Koki pun datang terburu-buru,,

Danu yang sendirian di dapur, sembari memegang gagang sapu di tangan,,

Danu tersentak sejadi-jadi nya,,

Sang Kepala koki sudah tepat berada di belakang punggung Danu,,

Setelah kejadian itu, Danu sudah berubah perangai nya,,

Danu pun tak heran lagi, kenapa di perbolehkan untuk membantu di dapur..

Di dalam kamar, setelah melepaskan cincin pemberian Tata, Danu memukul kan telapak tangan nya ke dinding..

Kenapa!!! Sudah jelas sidik jari yang ada di pisau itu adalah milik sang kepala Koki sialan itu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s