Abutting on reality

Lagi, hari kamis sore, gw terjebak, harga murah,

Alasan yang mudah untuk melarikan diri dari kenyataan, mengerjakan sesuatu yang dapat menghibur diri,,

Liam Neeson, film berjudul Non-stop,,

Salah satu alasan jg kenapa gw sore ini ngacir lagi k Braga,,

Duduk solo, di bioskop, pisah studio sama temen yang lebih millih Need for speed..

Di tiket box, gw sih minta duduk yang jeda satu kursi dari 2 kursi yang sudah bertanda merah,, sama mbak yang jaga ga di bolehin, jangn sampe ada kursi kosong di antara nya.. kalo mau di ujung mepet dinding sekalian, saran nya kepada gw yang tadi rencana nya mau bikin jarak dari 2 kursi yang sudah bertanda merah, karena gw udah positif itu pasti di isi oleh couple.. huhu!!

Waktu pesan tiket, gw teringat kejadian di china, pada Tgl 14 februari,, di china di puter film romantis,, dan para jomblo di sono protes,, mereka melakukan aksi protes nya dengan membeli seluruh tiket dengan sengaja pilih kursi yang bersapsi satu,, sehingga tidak ada couple yang bisa duduk bersebelahan sewaktu nonton.. crazy and madness,, salam satu hati…

Gw naikin jari gw ke dereetan di atas, karena ada jeda warna hijau satu kursi kedua dari aisle.. ini kursi pasti juga di isi oleh soloist.. dah gw yakin duduk deret C10…

Film pun di awali beberapa trailer film, salah satu nya The Raid 2,, film yang sempet gw tonton jg di utbe sebelum nya,, Jakarta yang jalan nya sepi,, di adegan kejar2an.. kalo saja itu bukan film.. karena wajah jakarta sebenarnya,, salah satu rekor nya macet sepanjang 5 kilometer…

Film ini tentang pesawat,, dan perasaan gw terbawa kepada rasa simpati gw akan berita yang sudah banyak tersebar,, karena Beberapa hari ini tentu nya bukan gw aja yang akrab dengan berita jatuh nya pesawat Boeing 777,,

Film bergenre Thriller, karena selama film penonton akan di buat tegang, karena itulah genre film ini thriller.. muter2.. di mana tegang nya,, ituh pelaku teror yang secara misterius terus mengancam,, tapi belum jg bisa di temukan dan penonton terus di buat untuk menebak, siapa pelaku dari tindakan teroris ini.. karena sangat susah dan di bikin bukan untuk dapat di tebak oleh penonton,, gw sih yang ga bisa nebak siapa
pelakunya.. dan setelah ketaun siapa teroris nya dan hype udah turun lagi, dan juga penjelasan nya ga ada dan ga relevan kok iso mereka master minds nya,,

di dalam pesawat pun ada karakter,, seorang dokter yang berjanggut dan memakai kopiah, tapi bukan warna putih,, Fahim Nashir,, dia menurut feeling kuat, dia belum naik haji,,karena waran kopiah nya bukan kopiah haji which is putih,, phobia di pesawat akan teroris berjanggut, tapi tidak kali ini,, dia sebagai seorang dokter,,
Walopun gw copy dari salah reviewer yang bilang gini,, **Read no further unless you, unlike me, desire to save yourself two hours of your life**

Dan ada juga yang bilang gini,, As entertainment, this is a fun enough film. At the time, the tension is maintained and the twists keep coming but, on reflection, little of the narrative makes much sense – but, if it did, air travel would be less safe, so let’s enjoy the ride.
Overall,, ini menghibur,,,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s