Membalas Kunjungan Mereka

Secara sadar atau tidak, dalam hidup kita terlalu sering menyerah kepada nasib. Sepertinya nasib sudah menentukan kemana arah hidup kita. Yang bisa di lakukan hanya tunduk dan menerima nya.
Lalu apakah usaha kita untuk memperoleh sesuatu itu tidak berguna. Usaha adalah cara kita untuk mempantaskan diri dalam memperoleh peluang untuk berhasil.

Salah satu usaha yang saya lakukan untuk pergi ke Inggris misalnya harus dilalui dengan menjawab pertanyaan. Pertanyaan ini sederhana: kenapa saya harus pergi ke Inggris, maka Saya sebaiknya mengutarakan beberapa alasan untuk menjawabnya. Dan ada beberapa alasan yang terlintas dipikiran. Ini lah alasan saya kenapa harus pergi ke Inggris.

Mengunjungi negara yang melahirkan bahasa Inggris. Mata pelajaran Bahasa Inggris, bahasa asing yang wajib dipelajari di bangku SMA. Semua isi kelas menganggap nya sebagai musuh bersama tak terkecuali Saya. Tapi entah kenapa semenjak kedatangan Guru baru, suasana kelas di saat pelajaran bahasa inggris berangsur berbeda. Pelajaran bahasa Inggris pun sudah mulai akrab dan terasa bukan sebagai musuh bersama. Kadang pelajaran ini pun di tunggu kehadirannya. Cara interaksi Pa Guru yang sedikit berbeda dari guru kebanyakan, bukan hanya ingat nama kami tapi dia pun memperlakukan kami para murid dengan akrab. Materi pelajaran pun diolah dengan pendekatan pemahaman bukan sekedar hafalan tenses. Belakangan Saya tau gelar yang tertulis di nama Pa Guru itu adalah hasil menempuh pendidikan di Birmingham, belakangan juga saya tau Birmingham adalah salah satu kota di Inggris. Yang bikin saya tercengang adalah; karena Saya sekarang yakin untuk pergi ke Inggris tidak ada korelasi nya dengan wajah, wajah Pa guru tidak sedikit pun menyiratkan bahwa beliau pernah tinggal di negara kelahiran pangeran Charles. Semangat dari sang Guru lah yang mengantarkan Saya untuk melanjutkan duduk di bangku kuliah dengan mengambil jurusan pendidikan Bahasa Inggris dan suatu hari nanti Saya juga akan mengunjungi negara yang melahirkan bahasa Inggris. – Teacher.

Membalas kunjungan mereka yang dengan sengaja menayapa para fans di benua Asia, dengan duduk manis di pesawat terbang dan menghabiskan 14 jam perjalanan di udara. Menyaksikan langsung tim idola bermain secara langsung adalah suatu kenikmatan tersendiri bagi para pecinta bola. Hal itu sudah pernah saya rasakan bersama ribuan pendukung lain dengan memakai baju yang sama, meraih asa yang tinggi. Kami duduk tenang tapi tetap siaga untuk meneriakan dukungan bagi mereka yang berlaga di atas rumput hijau, kadang berteriak, kadang bernyanyi dan kadang bertepuk gembira bersama. Di stadion megah milik negara ini, kami menyanyikan You’ll never walk alone dengan semringah, menghadirkan atmospher layak nya lagu yang sudah terbiasa berkumandang tiap minggu nya di Anfield stadium. Karena meraka tim yang rela mengunjungi kami para fans di sini, dan untuk itu Saya juga akan membalas kunjungan mereka yang sengaja menyapa para fans di benua Asia. – Liverpool FC

Meminum teh dan teh yang harus dibuatkan langsung oleh orang Inggris . Walaupun teh sendiri berasal dari Cina, tapi tradisi minum teh sudah mengakar. Seperti minuman khusus yang hanya diminum oleh para bangsawan. Apakah minuman ini juga berwarna coklat gelap seperti warna yang biasa di suguhkan ketika duduk di warteg, entahlah. Minum teh di inggris harus di salah satu Coffee shop. Dan kalau tidak ada coffee shop yang meyediakan teh maka Saya harus memaksa orang Inggris siapapun itu untuk membuatkan teh untuk Saya. Cara meminum nya pun sudah Saya pelajari, dengan memisahkan jari kelingking dan menunjuk ke atas dan jari yang lain memegang cangkir dengan anggun. Biskuit pun tidak langusung di celup secara vertikal tapi secara horizontal. Sudah di putuskan ini harus terjadi, meminum teh dan teh itu harus dibuatkan langsung oleh orang Inggris – Tea Time

Ada beraneka ragam alasan untuk pergi ke Inggris, tapi yang penting apa yang akan Saya dapat sekembalinya dari Inggris. Usaha untuk merubah jalan hidup, dengan diawali mimpi dan untuk mereka yang yakin akan mimpinya nanti merasakan nikmatnya. Seperti hal nya Lautan yang indah di pandang. Tetapi keindahan sesungguh nya hanya ditemukan bila kita menyelam ke dalamnya. Untuk menyelam kita perlu menahan napas dan pasti berasa tidak nyaman awalnya. Tetapi, ketika sudah di dalamnya keindahan sejati itu yang menemukan kita.

140527-202050

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s