Meminang si Neng

Pada Minggu siang ini, saya mengajukan diri untuk ikut hadir ke acara pertunangan temen satu asrama. Mahasiswa dari Banjarmasin yang meminang Neng Geulis asli Bandung.

Tidak lah jauh tempat si Neng pujaan hati teman saya satu asrama ini, masih satu di kawasan dago. Asrama kami pun berlokasi di kawasan yang sama di dago pula. Menaiki motor saya pun ikut di belakang menuju rumah si Neng.

Daerah dago bengkok melewati perumahan mewah yang berkisar satu M ke atas. masuk nya pun harus sedikit berinteraksi dengan petugas ke amanan walopun rumah si Neng bukan di perumahan mewah tapi untuk menujunya harus melewati para petugas itu. Di ujung perumahan mewah itu ada perumahan si Neng.

Rumah yang bersusun rapat ini sudah menunggu kami berenam, termasuk Ayah temen saya yang hadir.

Acara pertunangan ini bermaksud untuk meminang si Neng dan mempertemukan dua keluarga. Dan tidak kalah penting nya yaitu prosesi sederhana menyematkan cincin ke jari manis kedua insan yang sedang berbahagia.

Dua keluarga saling bertemu untuk saling setuju mempersatukan kedua putra dan putri mereka menuju pelaminan nanti nya.

Acara ini sebenar nya sangat formal dan sudah di setting untuk pertemuan dua keluarga. Tapi di awal sedikit basa basi dengan mengutarakan maksud dan tujuan tamu. Ada apa gerangan sebuah keluarga bertamu ke rumah perempuan.

Saya duduk di teras luar karna posisi duduk di dalam sudah penuh, sembari memasang kuping untuk mengetahui kejadian apa yang ada di dalam. Setelah basa basi formal, sedikit tawa riang terkuak, situasi saat itu mulai mencair.

Dialog yang saya dengar dari Ayah temen saya: Apakah nanti nya si Neng di saat ijab qabul tidak ada yang mengganggu. Takut nya saat ijab qabul ada laki-laki lain yang tidak setuju. Seperti adegan sinetron. Tetiba di tengah ijab qabul ada lelaki lain yang menggaggu acara nilkah. Sedikit gelak tawa terdengar. Tidak ada laki-laki lain celetuk dari si Neng, yang sudah duduk di antara pertemuan keluarga itu.

Acara pertemuan dua keluarga itu berjalan dengan lancar,, maksud tujuan pun bersambut, dan nanti nya akan ada pembicaraan lain untuk penentuan resepsi dan hal penting lain nya..

Yang saya tunggu pun datang, yaitu makan makan,, hehe

Awal nya saya dapat merasakan raut sedikit gelisah temen saya menunggu taxi yang akan membawa mereka menuju rumah si Neng.. syukur lah semua prosesi berjalan sesuai harapan,, saya pun ikut kenyang,, hahaha…

Sedikit cerita dari temen saya tentang pertemuan nya, berawal dari jalan2 pagi ke daerah dago atas, jalan pagi tepat nya.. ritual pagi itu sering saya dan dia lakukan.. menyusuri kawasan dago. Saat itu di tempat mang batagor mangkal, tempat pertama kali mereka bertemu, tapi saat pertemuan pertama tidak ada kejadian khusus, hanya temen saya yang membatin.. berselang beberapa waktu… untung nya ada kejadian kedua di tempat mang batagor itu juga..mereka kembali bertemu.. saat itu lah temen saya memberanikan diri untuk memulai berinteraksi.. Tinggal di atas yaa.. celetuk dia spontan,, dan berlanjutlah interaksi mereka..

Yup… begitulah cerita singkat pertemuan dua insan yang pada hari ini sedang berbahagia..

Advertisements

3 Comments

  1. Cerita lebih banyak ttg awal pertemuannya dong mi.. Biar pembaca jadi tau, setelah ketemu di mang batagor, apa langkah yang diambil si teman selanjutnya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s